Selamat!! anda terdaftar sebagai visitor ke :

Rabu, 11 November 2009

Polisi Rekayasa Jerat Antasari





JAKARTA -- Siapa dalang di balik pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen semakin kabur. Itu jika keterangan Wiliardi Wizar yang disampaikan saat menjadi saksi untuk terdakwa mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, benar adanya.

Dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 10 Novewmber kemarin, Wiliardi membuat pengakuan cukup mengagetkan. Dia mengatakan, keterlibatan Antasari sudah diarahkan oleh penyidik Polda Metro Jaya. "Sasaran kita cuma Antasari," tegas Wiliardi saat menjelaskan kronoligis dirinya memberikan keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Mantan Kapolres Jaksel itu mengatakan, ucapan itu terlontar dari mulut seorang penyidik. Ketika itu 30 April 2009, pukul 24.00 dia didatangi oleh Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iriawan. Selain itu, juga ada wadireskrimum dan beberapa orang Kasat (kepala satuan). Lantas dibacakan BAP Sigid Haryo Wibisono.

"Samakan saja. Ini perintah atasan," kata Wiliardi mengutip penyidik kala itu. Wiliardi dengan tegas menyampaikan keterangan di bawah sumpah itu. Bahkan juga diselingi dengan kata-kata "demi Allah."

Kesaksian itu sontak membuat kaget seisi ruang sidang Prof H Oemar Seno Adji. Tidak terkecuali terdakwa Antasari dan tim penasihat hukumnya. Beberapa pengunjung tampak memberikan applaus. Namun majelis hakim yang diketuai Herri Swantoro langsung memperingatkan. Dia lantas menskorsing sidang selama 15 menit.

Saat jeda sidang itulah, Antasari tidak bisa menutupi emosinya. Matanya memerah dan berkaca-kaca. Dia lantas menghampiri bangku pengunjung sidang. "Allah Maha Besar, Allahu Akbar," teriaknya dengan membuka tangan. Namun teriakannya seperti tercekat karena menahan tangis.

Antasari kemudian dipapah tim penasihat hukumnya ke luar ruangan. Sambil meminum air mineral dari botol, dia mengaku tidak risau dengan penahanannya. "Tapi hari ini saya mendengar cara orang mendzalimi saya," katanya sesenggukan.

Juniver Girsang, salah satu kuasa hukumnya mengatakan, pihaknya mengaku terkejut dengan adanya rekayasa dalam kasus yang membelit kliennya itu. "Baru kali ini mendengar saksi mengatakan bahwa terdakwa didudukkan karena skenario," kata dia.

Keterangan Wiliardi tersebut memang membuat Antasari di atas angin. Sebab, sebelumnya dia didakwa menjadi aktor intelektual dalam kasus pembunuhan Nasrudin.

Dalam persidangan, keterangan Wiliardi tidak mendukung dakwaan jaksa terhadap Antasari. Wiliardi juga mengatakan, arahan juga dari Wakabreskrim kala itu, yakni Irjen Pol Hadiatmoko. Pukul 10.00 sebelum meneken BAP, dia mengaku didatangi Hadiatmoko. Dia diminta untuk mengikuti arahan. "Kamu dijamin tidak dihukum. Kamu hanya kena sanksi disiplin," kata Wiliardi menirukan Hadiatmoko.

Arahan serupa kemudian datang saat pukul 24.00 bersama Direskrimum Polda Metro Jaya dan beberapa penyidik. "Dibuat bagaimana yang baik untuk bisa menjerat Pak Antasari," katanya. Wiliardi juga mendapat iming-iming tidak ditahan. "Ini saya ngomong benar. Demi Allah," tegasnya. Ketika itu, di ruang pemeriksaan juga hadir istri dan adik iparnya.

Namun akhirnya Wiliardi ditahan oleh penyidik dengan alasan perintah pimpinan. Sesuai dengan yang tercantum dalam surat dakwaan, dia mulai mendekam di tahanan pada 30 April. Dia sempat mengirimkan pesan singkat (SMS) ke Iriawan, menagih janji tidak ditahan. "Silakan hakim mengecek SMS saya ke direskrimum," katanya kepada Herri Swantoro.

Selang dua hari, Wiliardi akhirnya menyatakan mencabut semua keterangan dalam BAP yang sudah diarahkan oleh penyidik dan wakabareskrim. "Kami cabut semua, cabut kebohongan. Dibilang (saya) pengkhianat, terserah," tegas perwira dengan pangkat terakhir Kombes itu. Dia membantah disebut sebagai orang yang mencari eksekutor untuk menghabisi Nasrudin.

Wiliardi menegaskan, dia menolak semua BAP saat proses penyidikan. Dia hanya mengakui BAP yang dibuat pada tanggal 29 April. Namun anehnya, BAP 29 April tidak dicantumkan dalam berkas perkara oleh penyidik. "Berkas (29 April) ini mana? Apa digelapkan," tanya Hotma Sitompoel, kuasa hukum Antasari.

Dalam BAP 29 April itu, Wiliardi mengaku bahwa amplop cokelat yang berisi foto Nasrudin dan mobilnya, diterima dari Sigid. Namun dia mengaku tidak mengetahui isi amplop itu. Amplop itu lantas diserahkan kepada Jerry Hermawan Lo. Intinya, mencari orang untuk mengikuti seseorang. "Tapi saya tidak tidak tahu apa isinya," katanya. dia membantah ada perintah membunuh terhadap orang yang dimaksud.

Keterangan itu jelas bertentangan dengan keterangan Sigid. Saat menjadi saksi bagi Antasari dalam persidangan sebelumnya, Sigid mengatakan amplop cokelat diserahkan Antasari ke Wiliardi di rumahnya di Jalan Pati Unus, Kebayoran Baru, Jaksel. Namun keterangan Sigid itu dibantah Antasari.

Dalam BAP itu juga disebutkan, Wiliardi memang pernah berkunjung ke rumah Antasari. Namun ketika itu tidak ada pembicaraan tentang pengintaian terhadap Nasrudin. "Hanya ngobrol-ngobrol biasa," terang Wiliardi.

Wiliardi mengatakan, jika pertemuan di Pati Unus antara dirinya, Sigid, dan Antasari merupakan permufakatan untuk melakukan pembunuhan, dia siap dihukum. "Silakan cek di CCTV. Amplop yang saya terima dari Sigid, bukan Antasari," tegasnya.

Istri Wiliardi, Nova Wiliardi yang hadir dalam persidangan itu mengatakan, dirinya mengetahui ada rekayasa untuk menjerat Antasari. "Apa yang dikatakan Pak Wili, suami saya, itu benar," katanya sambil berlalu meninggalkan ruang sidang.

Santrawan T Paparang, penasihat hukum Wiliardi mengatakan, pihaknya mempertanyakan pidana yang dikenakan kepada kliennya. Awalnya, Wiliardi hanya ditanya tentang perkenalannya dengan Sigid, Antasari, dan Edo. Lalu juga terkait penyerahan uang senilai Rp 500 juta. Wiliardi tidak tahu jika kemudian ada pembunuhan. "Lalu di mana pidananya," katanya.

Sementara Hotma Sitompoel mengatakan, tiga saksi kunci dalam kasus Nasrudin tidak mendukung dakwaan jaksa kepada Antasari. Ketiga saksi itu adalah Wiliardi, Sigid, dan Rani Juliani. "Kami juga akan membawa masalah ini ke Komnas HAM karena ada rekayasa dalam penanganan kasus ini," katanya.

Mabes Polri Santai

Markas Besar Polri tidak terpengaruh oleh kesaksian Wiliardi Wizar yang menuding korps sendiri merekayasa kasus. Korps Bhayangkara yakin, bukti-bukti yang menunjukkan keterlibatan Wiliardi sangat kuat. "Boleh-boleh saja dia mengucapkan itu. Yang jelas, bukti yang sah sudah ada," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Nanan Soekarna.

Polisi meyakini sepenuhnya keterlibatan Antasari dan aktor yang lain. Keyakinan itu berdasar, antara lain CCTV di rumah Sigid Haryo Wibisono.
Apakah siap jika hakim memanggil pejabat Polri untuk bersaksi? Nanan mengatakan siap. "Kalau perintah pengadilan, tentu datang," katanya.

Secara terpisah, mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya M Iriawan juga membantah kesaksian Wiliardi Wizar dalam persidangan terdakwa Antasari. Dia membantah adanya rekayasa penyidikan yang menyudutkan Antasari sebagai dalang pembunuhan. "Demi Allah, itu tidak benar," ujar Iriawan melalui pesan singkatnya malam tadi.

Menurut brigadir jenderal yang kini menjabat wakil direktur I Keamanan Transnasional Mabes Polri itu, pengakuan Wiliardi palsu. "Semua ada bukti dan terekam. Nanti di persidangan jelas semua," katanya.

Jaksa penuntut umum yang dikoordinatori Cirus Sinaga juga tidak begitu risau dengan kesaksian yang diberikan Wiliardi. Jaksa malah menuding keterangan mantan Kapolres Jakarta Selatan itu tidak sesuai fakta. "Keterangannya itu tidak benar," kata Cirus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin.

Dia mengatakan, jaksa akan membuktikan bahwa keterangan Wiliardi adalah salah. "Nanti ada alat yang membuktikan," tegasnya.
Namun, dia menolak mengungkapkan. "Tahap sidang masih panjang," kilahnya.

Jaksa yang juga menangani kasus Muchdi Purwopranjono dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir itu menjelaskan, keterangan Wiliardi tidak berdiri sendiri. Namun, itu akan dirangkai dengan fakta persidangan yang lain. "Boleh-boleh saja kalau memberikan keterangan seperti itu," tutur Cirus.

Bukan hanya itu, jaksa juga akan menghadirkan pejabat Polri yang disebut-sebut mengarahkan keterangan Wiliardi dalam BAP. Di antaranya, Wakabareskrim saat itu, Irjen Pol Hadiatmoko, dan Brigjen Pol Irawan Dahlan. Irawan merupakan polisi yang menjemput Wiliardi untuk menemui Hadiatmoko. "Jaksa akan menghadirkan untuk meng-cross check keterangan dia," tegas Cirus.

Rencana jaksa itu didukung penuh oleh tim penasihat hukum Antasari. "Kalau begitu, klop. Kami juga minta dihadirkan di sini (pengadilan) untuk melihat bagaimana yang sebenarnya," kata Hotma Sitompoel, salah seorang kuasa hukum Antasari. (jpnn)

Selasa, 03 November 2009

Anggodo: Kasihani Keluarga Saya




Anggodo Widjojo
(inilah.com/ Wirasatria)INILAH.COM, Jakarta – Anggodo Widjojo menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang namanya sempat disebut dalam rekaman percakapan yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi. Dia juga meminta rakyat Indonesia mengasihani posisi keluarganya saat ini.

Hal itu diungkapkan Anggodo usai tampil di siaran langsung program Kabar Petang, di TVOne, Selasa (3/11) malam. “Saya tidak pernah mencatut nama Presiden. Untuk itu, saya minta maaf kepada Bapak Presiden,” ucapnya.

Selain itu, Anggodo juga mengaku tidak ada satu pun di antara rekaman percakapan yang diperdengarkan di MK yang memperdengarkan dia berbicara dengan Jampidum AH Ritonga dan Jamintel Wisnu Subroto.

“Saya juga ingin meminta maaf kepada Pak Ritonga karena telah direpotkan. Padahal, saya tidak pernah berbicara dengan dia. Kepada Pak Wisnu, yang sudah saya anggap kakak sendiri saya ucapkan terima kasih atas kebaikannya selama ini,” papar Anggodo.

Selain itu, Anggodo juga mengeluhkan kondisi keluarganya yang selama beberapa waktu terakhir dilanda musibah besar. “Saya harus nanya kepada siapa. Kebetulan Pak Wisnu juga baik kepada saya. Kepada rakyat indonesia, saya minta kasihanilah keluarga saya dan dengarkanlah penjelasan saya,” ungkapnya lagi.

Dia juga menegaskan bahwa dia sama sekali tidak memiliki niat untuk menjatuhkan KPK. “Saya minta maaf kepada seluruhnya atas segala sesuatu yang terjadi,” tandasnya.

Kamis, 15 Oktober 2009

Pengedar Pin Bergambar Nabi Muhammad SAW Ditangkap

Kamis, 15 Oktober 2009 | 15:01 WIB
MAKASSAR, KOMPAS.com - Dua orang alumunus pelajar dari Iran diinterogasi oleh aparat kepolisian Polresta Makassar Timur, diduga sebagai pengedar pin dan stiker bergambar wajah nabi Muhammad SAW di Makassar, Kamis (15/10).

"Saat ini kami sedang mengintrogasi dua orang mantan mahasiswa Iran yang telah mengedarkan pin dan stiker yang bergambarkan wajah Nabi Muhammad SAW. Mereka saat ini masih berstatus saksi dan belum bisa dikategorikan sebagai kegiatan penistaan agama," kata Kepala Polisi Resor Kota (Polresta) Makassar Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mansyur, di Makassar.

Mereka adalah Bhd (31) warga Gowa dan Her (35) warga Makassar, masing-masing dijemput di rumahnya beserta sejumlah benda berbentuk pin yang bergambar wajah pria, yang diduga sebagai Nabi Muhammad SAW, Rabu malam.

Dari pemeriksaan ini, Mansyur belum bisa menyimpulkan jika pengedaran pin dan stiker yang bergambar wajah Nabi Muhammad SAW, yang konon masih berusia 17 tahun itu sebagai kasus penistaan agama.

"Hingga kini kami masih memeriksanya dan belum bisa mengatakan jika perbuatan mereka adalah perbuatan yang telah menistakan agama, " sambungnya.

Untuk itu, pihaknya akan koordinasi kepada pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat dan terutama pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kami menunggu keputusan dari MUI, jika MUI mengatakan itu sebagai penistaan agama maka kami akan melanjutkan kasus ini hingga kepengadilan, " tegasnya.

Jeratan hukum yang menunggu mereka termaktub dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), pasal 156 dan Pasal 157, tentang penistaan agama dengan diancam hukuman 2,5 tahun penjara.

Dia menjelaskan, pin dan stiker ini dibawa Bhd dan Her dari Negara Iran. Sekitar 100 jumlahnya dan tidak hanya bergambar wajah Nabi Muhammad, tapi para sahabatnya seperti Imam Ali Bin Abi Thalib. "Pin dan stiker ini hanya akan dijual kepada anggota-anggota komunitas," ujarnya.

Kini pin dan stiker itu menjadi barang bukti pihak kepolisian, sebelumnya barang tersebut dijual seharga Rp 10.000 per lembar. Namun hanya kepada rekan-rekannya di lingkungan komunitasnya di Makassar.

Minggu, 11 Oktober 2009

Ditemukan Bantuan Kadaluarsa dari Malaysia



Masuknya makanan kadaluarsa untuk korban bencana sudah pernah terjadi di Aceh dan Yogya.
Rabu, 7 Oktober 2009, 13:58 WIBAmril Amarullah

Gempa di Kota Padang : Bantuan Luar Negeri (AP Photo/Achmad Ibrahim)


VIVAnews - Pemerintah melalui Badan Pngawas Obat dan Makanan melakukan pengawasan terhadap barang bantuan asing berupa obat-obatan dan makanan yang masuk ke Padang Sumatera Barat.

Kepala Badan POM Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan hingga saat ini petugas menemukan barang kadaluarsa yang berasal dari Malaysia.

"Dalam pemeriksaan, kami menemukan makanan kadaluwarsa asal Malaysia namun jumlahnya belum kami ketahui," kata Husiah kepada wartawan di Mataram Rabu 07 Oktober 2009.

Husnia menegaskan masuknya makanan kadaluarsa untuk korban bencana sudah pernah terjadi di Aceh. Saat itu Badan POM terpaksa memusnahkan ribuan makanan kadaluarsa. Peristiwa serupa juga terjadi di Yogjakarta saat daerah itu dilanda gempa bumi beberapa waktu lalu.

Belajar dari pengalaman itu maka Badan POM RI mengawasi secara ketat seluruh bantuan yang masuk ke Padang. Sebelum didistribusikan kepada korban gempa, seluruh bantuan baik obat dan makanan harus melalui pemeriksaan petugas.

"Diharapkan dengam pemeriksaan itu dapat meminimalisir masuknya produk makanan kadarluarsa," ujarnya.

Tidak hanya di Padang, Sumatera Barat, pengerahan petugas juga dilakukan di Jambi. Sebanyak 75 petugas disiagakan untuk mengawasi obat dan makanan diwilayah itu. Husniah menjamin seluruh bantuan berupa obat dan makanan itu aman dari benda-benda berbahaya dan barang kadarluarsa.

"Kami yakin gak ada korban yang menerima obat dan makanan Kadaluarsa lagi. Pengawasan dan pemeriksaan kami perketat terutama digudang-gudang penyimpanan makanan,"ujarnya.

Pro Kontra Miyabi Untungkan Pemilik Warnet



Jum'at, 9 Oktober 2009 - 16:56 wib TEXT SIZE : Endang Gunawan - BOGOR - Kedatangan artis porno Miyabi atau Maria Ozawa terus menjadi perbincangan masyarakat. Di Bogor, Jawa Barat sejumlah warnet diserbu pengunjung hanya untuk membuka situs tentang Miyabi, hal ini membuat keuntungan bagi pengusaha warnet.

Seperti di salah satu warnet di Jalan Bangburang, Kota Bogor, Jawa Barat, puluhan pengunjung atau user mendatangi warnet ini untuk membuka situs tentang artis porno miyabi yang akan datang ke Indonesia.

Para penggguna internet yang membuka situs Miyabi berasal mulai dari kalangan pelajar hingga orang dewasa.

Mereka beranggapan kedatangan artis porno ini akan mendapat perlawanan dari masyarakat Indonesia terutama islam garis keras.

Salah seorang pelajar Kota Bogor, Salsa mengaku mengecam kedatangan Miyabi karena merupakan artis porno.

Lain lagi Hidayat, menurutnya dia merupakan penggemar berat miyabi dan setuju kedatangan miyabi karena tujuannya seni.

Sementara pengelola warnet bernama Niky mengaku kebanjiran rezeki dengan meningkatnya pengunjung warnet, yang mengunduh mengenai Miyabi.

Sabtu, 10 Oktober 2009

Mardigu: Syaifudin dan Syahrir Tewas, Jaringan Teroris di Indonesia Habis


Jumat, 09/10/2009 18:25 WIB
Novia Chandra Dewi - detikNews


Jenazah Teroris Tiba di RS Polri Jakarta - Kabar tewasnya dua teroris Syaifudin Zuhri (SZ) dan Syahrir pada penggerebekan di Ciputat, Tangerang, diduga menghancurkan jaringan teroris di Indonesia. Hal ini karena keduanya merupakan orang terakhir yang dapat berhubungan langsung dengan pemimpin Osama bin Laden di Afghanistan.

"Dengan tewasnya mereka, maka habislah sudah jaringan teroris di Indonesia," kata pengamat teroris Mardigu Wowiek Prasantyo kepada detikcom, Jumat (9/10/2009).

Menurut Mardigu, jaringan teroris di Indonesia terdiri dari dua kelompok. Kelompok terkuat yakni mereka yang datang langsung dari pendidikan di Afghanistan dan bertemu langsung dengan Osama.

Baik Syaifudin maupun Syahrir, kata Mardigu, memiliki jaringan yang berhubungan langsung dengan gerakan terorisme di Afghanistan.

"Mereka yang datang dari Afghan yang langsung berhubungan dengan Osama sudah tidak ada lagi. Sedangkan mereka yang merupakan pengikut dari sempalan-sempalan gerakan itu tidak mungkin berani, itu tidak aman," ungkap hipnoterapis yang sering bermitra dengan Polri menangani tersangka teroris ini.
(nov/nrl)

Kamis, 08 Oktober 2009

Rupiah Tembus di Bawah 9.500

Selasa, 06 Oktober 2009 | 09:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Penutupan transaksi pasar New York semalam nilai tukar rupiah ditutup di level 9.493 per dolar AS, dan naiknya indeks Dow Jones serta indeks bursa regional pagi ini diperkirakan akan menjadi katalis terapresiasinya rupiah.

Nilai tukar rupiah pagi ini berhasil menembus level 9.500 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg pukul 8:35 WIB rupiah berada di posisi 9.470 per dolar AS, atau menguat 90 poin (0,95 persen) dari penutupan Senin kemarin di 9.560 per dolar AS.

Pelaku pasar uang dari Bank Resona Perdania, Muhammad Fauzi Halim mengatakan menguatnya mata uang kawasan dan BI Rate yang tetap bertahan di 6,5 persen mampu mendorong penguatan rupiah.

Masih tumbuhnya ekonomi Indonesia tahun ini di saat krisis global dan prospek yang akan lebih baik di tahun 2010 kembali menjadi daya tarik para investor asing berinvestasi kedalam mata uang lokal. “ Aliran dana asing pun kembali masuk,” katanya.
Selain itu, dolar AS sendiri juga cenderung melemah terhadap mata uang utama dunia membuat mata uang regional berhasil menguat.

Pagi ini mata uang Asia terlihat kembali menguat terhadap dolar AS. Pada pukul 8:50 WIB, yen Jepang (menguat 0,41 persen) menjadi 89,1650 per dolar AS, peso Philipina (naik 0,37 persen) menjadi 46,530 per dolar AS, dolar Singapura menguat (0,1 persen) ke 1,4076 per dolar AS, ringgit Malaysia (menguat 0,45 persen) menjadi 3,4475 per dolar AS, won Korea Selatan (menguat 0,24 persen) menjadi 1170,95 per dolar AS, serta ruppe India juga terapresiasi (0,5 persen) menjadi 47,5150 per dolar AS

my patner

my patner
ochi bisa jadi kaya gini gag y?