Selamat!! anda terdaftar sebagai visitor ke :

Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2009

Ditemukan Bantuan Kadaluarsa dari Malaysia



Masuknya makanan kadaluarsa untuk korban bencana sudah pernah terjadi di Aceh dan Yogya.
Rabu, 7 Oktober 2009, 13:58 WIBAmril Amarullah

Gempa di Kota Padang : Bantuan Luar Negeri (AP Photo/Achmad Ibrahim)


VIVAnews - Pemerintah melalui Badan Pngawas Obat dan Makanan melakukan pengawasan terhadap barang bantuan asing berupa obat-obatan dan makanan yang masuk ke Padang Sumatera Barat.

Kepala Badan POM Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan hingga saat ini petugas menemukan barang kadaluarsa yang berasal dari Malaysia.

"Dalam pemeriksaan, kami menemukan makanan kadaluwarsa asal Malaysia namun jumlahnya belum kami ketahui," kata Husiah kepada wartawan di Mataram Rabu 07 Oktober 2009.

Husnia menegaskan masuknya makanan kadaluarsa untuk korban bencana sudah pernah terjadi di Aceh. Saat itu Badan POM terpaksa memusnahkan ribuan makanan kadaluarsa. Peristiwa serupa juga terjadi di Yogjakarta saat daerah itu dilanda gempa bumi beberapa waktu lalu.

Belajar dari pengalaman itu maka Badan POM RI mengawasi secara ketat seluruh bantuan yang masuk ke Padang. Sebelum didistribusikan kepada korban gempa, seluruh bantuan baik obat dan makanan harus melalui pemeriksaan petugas.

"Diharapkan dengam pemeriksaan itu dapat meminimalisir masuknya produk makanan kadarluarsa," ujarnya.

Tidak hanya di Padang, Sumatera Barat, pengerahan petugas juga dilakukan di Jambi. Sebanyak 75 petugas disiagakan untuk mengawasi obat dan makanan diwilayah itu. Husniah menjamin seluruh bantuan berupa obat dan makanan itu aman dari benda-benda berbahaya dan barang kadarluarsa.

"Kami yakin gak ada korban yang menerima obat dan makanan Kadaluarsa lagi. Pengawasan dan pemeriksaan kami perketat terutama digudang-gudang penyimpanan makanan,"ujarnya.

Kamis, 27 Agustus 2009

Ganyang Malaysia!

Sabtu, 22 Agustus 2009

woooo

Tari Pendet.
Denpasar - Puluhan seniman Bali memprotes tindakan Malaysia yang terkesan mengklaim tari Pendet Bali atau tari selamat datang yang digunakan untuk iklan oleh negeri jiran itu. Protes dipimpin Gurubesar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof Wayan Dibia, MA dan disampikan kepada Ida Ayu Agung Mas, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) di Taman Budaya Denpasar, Sabtu(22/08).

Tari Pendet yang dibawakan wanita berbusana adat Bali ditayangkan berkali-kali dalam iklan Visit Malaysia Year, padahal sesungguhnya jenis tarian tersebut merupakan warisan budaya Bali secara turun temurun.

"Berdasarkan pengamatan kami, penari Pendet dalam iklan tersebut merupakan alumnus ISI Denpasar yang bernama Lusia dan Wiwik. Pengambilan gambar tersebut dilakukan oleh Bali Record sekitar dua hingga tiga tahun lalu," ujar Prof Dibia.

Untuk itu, kepada pemerintah ia menyerukan protesnya agar dapat mempertahankan produk kesenian yang ada untuk kembali didata dan didaftarkan sehingga tidak mudah diklaim oleh negara lain.

"Tari Pendet merupakan bagian dari warisan budaya kita, yang mana dalam tarian tersebut menampilkan nilai-nilai seni dan simbol-simbol budaya yang hanya dimiliki oleh tradisi budaya Hindu-Bali," sambung Dibia.

Sementara anggota DPD RI asal Bali Ida Ayu Agung Mas merasa sangat prihatin atas klaim yang dilakukan Malaysia terhadap tari Pendet yang sejatinya merupakan bagian dari warisan budaya adiluhung Bangsa Indonesia.

"Sebagai wakil rakyat, kami akan sangat mendukung bentuk protes ini dan secepatnya akan menyampaikan kepada pemerintah Malaysia," kata Agung Mas.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah punya peran penting untuk mendata dan mendaftarkan kembali budaya-budaya yang terpencar, sehingga nantinya tidak akan mudah diklaim negara lain.

Menurutnya, hal tersebut harus ditindaklanjuti dengan serius mengingat Malaysia telah beberapa kali melakukan klaim terhadap budaya Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan demontrasi pementasan tari Pendet oleh penari Ibu Arini dan dua orang cucunya yakni Gung Cahya (8) dan Gung Ari (5).(ant/waa)

my patner

my patner
ochi bisa jadi kaya gini gag y?